FMIPA UNY Gelar General Lecture tentang AI untuk Pendidikan Berkelanjutan bersama Pakar dari Thailand

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan General Lecture bertajuk “AI & Digital Technology-enhanced Learning for Sustainability Education” pada tanggal 6 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Niwat Srisawasdi, Ph.D., pakar Science and Technology Education dari Khon Kaen University, Thailand, sebagai narasumber utama. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1, S2, dan S3 Pendidikan IPA FMIPA UNY.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan membahas peran strategis Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital dalam mentransformasi pembelajaran sains di era generasi digital (digital natives). Dalam pemaparannya, Prof. Niwat menekankan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai penguat proses pembelajaran (learning process enhancement) yang mampu mendukung pemahaman konsep yang kompleks dan abstrak dalam sains. Ia juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma pendidikan, termasuk penguatan literasi data, computational thinking, serta integrasi etika AI dalam kurikulum. Lebih lanjut, konsep Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dikembangkan menjadi TPACK-AI, yang menekankan integrasi antara pengetahuan konten, pedagogi, dan teknologi berbasis AI dalam praktik pembelajaran. Hal ini menjadi kunci bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi baru.

Kuliah umum ini juga menampilkan berbagai contoh implementasi teknologi dalam pembelajaran sains, seperti penggunaan simulasi interaktif, augmented reality (AR), game-based inquiry learning, hingga aplikasi berbasis AI untuk mendukung pembelajaran berbasis inkuiri. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, Prof. Niwat menegaskan bahwa karakteristik new-generation learners yang sangat visual, adaptif terhadap teknologi digital, serta cenderung belajar secara personal dan non-linear, menuntut pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada mahasiswa (human-centered learning). Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan dosen memperoleh wawasan baru terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan sains, serta mampu mengembangkan inovasi pembelajaran yang mendukung pendidikan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya FMIPA UNY dalam memperkuat internasionalisasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan akademik.