Guru SLB Bhakti Pertiwi Prambanan Mandiri Terapkan Program MENCARE, Wujud Keberlanjutan Edukasi Higiene Menstruasi oleh Mahasiswa Pendidikan IPA

Program Menstrual Care Education (MENCARE) yang dikembangkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan ketua Afifah Haya Nur Karimah (S1-Pendidikan IPA) beranggotakan Amelia Kusuma Dewi (S1-Pendidikan Luar Biasa), Salma Maulidia Setiyanto (S1-Matematika), Tsabitah Sarah (S1-Teknologi Informasi), dan Nurmalita Hasna Padistyan (S1-Biologi) dengan Dosen Pendamping Ibu Dr. Sukinah, M.Pd telah memasuki tahapan keberlanjutan melalui “Kegiatan Praktik Mandiri Mitra” dalam memandu pembelajaran Higiene Menstruasi yang diselenggarakan di SLB Bhakti Pertiwi Prambanan pada Kamis (30/7) dengan sasaran murid putri hambatan intelektual. Berbeda dengan dua pertemuan sebelumnya yang dipandu oleh tim PKM sebagai fasilitator utama, pada kegiatan ini seluruh proses pembelajaran dipimpin secara langsung oleh guru SLB Bhakti Pertiwi Prambanan sebagai mitra program. Guru mengimplementasikan seluruh tahapan pembelajaran MENCARE berdasarkan pengalaman implementasi yang telah dilakukan sebelumnya, sementara tim PKM berperan sebagai pendamping, observer, serta pemberi umpan balik apabila diperlukan.

Kegiatan diawali dengan persiapan media pembelajaran dan alat praktik, kemudian guru membuka pembelajaran, melakukan apersepsi, serta mengulas kembali materi mengenai pubertas, menstruasi, dan higiene menstruasi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya, guru mendemonstrasikan kembali cara menggunakan pembalut dengan benar menggunakan boneka sebagai alat peraga, mulai dari memasang pembalut pada pakaian dalam, menjaga kebersihan diri selama menstruasi, hingga membuang pembalut bekas sesuai prosedur. Setelah demonstrasi, guru membagi murid ke dalam kelompok praktik dan mendampingi mereka melakukan simulasi penggunaan pembalut secara bertahap. Murid kemudian melanjutkan praktik secara langsung di kamar mandi sekolah menggunakan perlengkapan yang telah disiapkan, sehingga mereka dapat menerapkan setiap langkah higiene menstruasi sesuai kondisi nyata. Selama proses berlangsung, guru memfasilitasi pembelajaran secara mandiri, sedangkan tim PKM melakukan pemantauan terhadap keterlaksanaan program serta membantu apabila terdapat kendala teknis selama kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat monitoring dari pihak Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta yang hadir di lokasi pada awal kegiatan. Tim monitoring meninjau secara langsung proses implementasi Program MENCARE, mengamati jalannya pembelajaran yang dipandu oleh guru mitra, serta melihat pemanfaatan media pembelajaran dan keterlibatan murid selama praktik. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pemantauan pelaksanaan program PKM-PM di lapangan sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Melalui implementasi yang dilakukan secara bertahap, Program MENCARE diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian murid putri hambatan intelektual dalam menjaga higiene menstruasi. Di sisi lain, penguatan kapasitas guru ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan program sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh sekolah dan murid di masa mendatang bahkan menjadi percontohan untuk sekolah lain yang memiliki kebutuhan yang sama.