Bahasa Indonesia
English
You are here
Mahasiswa S1 Pendidikan IPA UNY Belajar Struktur dan Fungsi Hewan melalui Ekosistem Pantai Krakal Gunungkidul
Primary tabs

Mahasiswa semester 5 Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan pada mata kuliah Struktur dan Fungsi Hewan di Pantai Krakal, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari secara langsung keterkaitan antara struktur tubuh, fungsi fisiologis, adaptasi, dan habitat hewan di lingkungan pesisir. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa semester 5 dengan didampingi lima dosen pengampu, yaitu Prof. Dr. Asri Widowati, M.Pd., Dr. Susilowati, M.Pd., Dr. Ismail Fikri Natadiwija, M.Pd., Rita Bekti Utami, M.Pd., dan Rifqi Rasis, M.Pd. Pembelajaran lapangan dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep Struktur dan Fungsi Hewan secara teoritis, tetapi juga mampu mengamati dan menganalisis fenomena biologis secara langsung di lingkungan.
Pantai Krakal dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki karakteristik lingkungan pesisir dengan zona litoral atau intertidal yang menjadi habitat berbagai organisme. Zona litoral merupakan wilayah peralihan antara lingkungan darat dan laut yang mengalami perubahan kondisi lingkungan secara berkala akibat pasang surut, fluktuasi suhu, paparan sinar matahari, perubahan salinitas, serta hempasan ombak. Kondisi tersebut menjadikan zona litoral sebagai lingkungan yang menarik untuk mengamati berbagai bentuk adaptasi hewan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan eksplorasi dan pengamatan terhadap organisme yang ditemukan di kawasan litoral, termasuk pada area genangan pasang-surut (tide pools). Pengamatan diarahkan pada keanekaragaman bentuk dan struktur morfologi luar hewan serta keterkaitannya dengan fungsi fisiologis dan kemampuan organisme dalam menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan.
Mahasiswa juga mengamati berbagai karakteristik lingkungan yang meliputi faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik yang diamati antara lain jenis, jumlah, dan ciri spesifik organisme, sedangkan faktor abiotik meliputi kondisi cuaca, dinamika air dan pasang surut, tipe substrat, serta karakteristik fisik air. Melalui observasi langsung, mahasiswa mempelajari berbagai struktur morfologi hewan, seperti cangkang, kaki perut, tentakel, eksoskeleton, duri, dan bentuk tubuh. Struktur tersebut kemudian dikaitkan dengan fungsi dan strategi adaptasi organisme dalam menghadapi kondisi lingkungan litoral. Beberapa bentuk adaptasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan meliputi perlindungan terhadap desikasi atau kekeringan, struktur lokomosi dan perlekatan, mekanisme respirasi, serta osmoregulasi dan respons perilaku. Misalnya, beberapa hewan memiliki struktur tubuh atau mekanisme tertentu untuk mempertahankan kelembapan, melekat pada substrat, memperoleh oksigen, maupun menghadapi perubahan salinitas.
Selain melakukan identifikasi sederhana berdasarkan karakteristik fisik, mahasiswa juga mendokumentasikan spesimen secara in situ menggunakan pembanding skala. Dokumentasi dilakukan untuk merekam bentuk tubuh, warna, serta struktur morfologi luar organisme secara proporsional. Spesimen tertentu yang diperlukan untuk pembelajaran lanjutan dapat dikumpulkan dan diawetkan menggunakan alkohol 70% dengan tetap memperhatikan prosedur penanganan spesimen. Kegiatan pembelajaran lapangan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan fenomena biologis yang dijumpai secara langsung di lingkungan. Mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga berdiskusi, mengidentifikasi organisme, mencatat data, serta menganalisis hubungan antara karakteristik organisme dengan kondisi habitatnya. Bagi mahasiswa calon guru IPA, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengembangkan keterampilan observasi, berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi ilmiah. Pembelajaran melalui lingkungan juga memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sumber belajar dapat dimanfaatkan untuk menjadikan pembelajaran IPA lebih kontekstual, menarik, dan bermakna.
Kegiatan praktikum lapangan ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa pembelajaran Struktur dan Fungsi Hewan tidak terbatas pada pengamatan di laboratorium. Lingkungan alami dapat menjadi laboratorium terbuka yang menyediakan berbagai objek dan fenomena untuk dipelajari secara langsung. Pantai dengan ekosistem litoralnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat bagaimana struktur tubuh dan fungsi fisiologis hewan berkaitan erat dengan kemampuan organisme bertahan hidup pada lingkungan yang dinamis. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin mampu memahami keanekaragaman hewan dan mekanisme adaptasinya sekaligus memiliki pengalaman dalam memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar IPA. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa sebagai calon guru untuk merancang pembelajaran IPA yang kontekstual, aktif, berbasis lingkungan, dan bermakna bagi peserta didik.
Kontak Kami
Program Studi Pendidikan IPA
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Kampus Karangmalang Yogyakarta 55281
Email: s1pend_ipa@uny.ac.id
Instagram: @depdikipauny

Copyright © 2026,

