Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA): untuk Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Praktik Kependidikan (PK) oleh Mahasiswa Pendidikan IPA, Hasna Keke Amalita, melaksanakan edukasi dan praktik pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama 32 siswa kelas VII C SMP Negeri 15 Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa memanfaatkan barang bekas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 15 Yogyakarta sebagai bagian dari program Praktik Kependidikan mahasiswa UNY. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah botol bekas menjadi wadah tanaman, menyiapkan media tanam, menanam TOGA, serta memahami pentingnya merawat tanaman secara berkelanjutan.

Kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah, terutama dalam menghadapi permasalahan sampah plastik. Botol bekas yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi media tanam sehingga memiliki fungsi baru. Pemanfaatan tersebut sekaligus memperkenalkan kepada siswa penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), khususnya reuse atau penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan edukasi mengenai permasalahan sampah plastik dan pentingnya menjaga lingkungan. Setelah memperoleh penjelasan, siswa membersihkan botol bekas yang telah disiapkan, kemudian memodifikasinya menjadi wadah tanaman. Selanjutnya, siswa menyiapkan media tanam dan melakukan penanaman TOGA secara berkelompok. Selama kegiatan berlangsung, siswa bekerja sama dalam membagi tugas, menyiapkan bahan, melakukan penanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain menghasilkan media tanam dari botol bekas, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan kembali barang bekas, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam TOGA juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan praktik secara langsung. Siswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan permasalahan lingkungan di kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, kegiatan tersebut mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali botol bekas. Barang yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diubah menjadi media yang dapat digunakan untuk menanam tanaman. Dengan demikian, siswa belajar bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan menggunakan kembali barang yang masih layak pakai. Penanaman dan perawatan TOGA juga berkaitan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Aktivitas penghijauan melalui penanaman tanaman dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya tumbuhan bagi lingkungan. Sementara itu, penggunaan botol bekas sebagai wadah tanaman menggabungkan upaya pemanfaatan kembali sampah dengan kegiatan penghijauan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta, Drs. Siswanto, M.Pd., Guru Pamong IPA, Ibu Retno Yosiani Tanjung Sari, S.Pd., serta arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Happri Novriza Setya Dhewantoro, M.Pd. Sebanyak 32 siswa kelas VII C terlibat aktif dalam kegiatan edukasi dan praktik penanaman TOGA. Melalui pemanfaatan botol bekas, siswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan kreativitas, kerja sama, dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian SDGs.